Laporan Keuangan : Definisi, Pengaruh, dan Fungsi

Laporan Keuangan : Definisi, Pengaruh, dan Fungsi

Pengertian Laporan Keuangan   Laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan, dimana informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan suatu perusahaan. Menurut Munawair,   Laporan keuangan adalah alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan bersangkutan, dengan begitu diharapkan akan […]

Author 04

-

laporan keuangan

Pengertian Laporan Keuangan

 

Laporan keuangan merupakan suatu informasi yang menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan, dimana informasi tersebut dapat dijadikan sebagai gambaran kinerja keuangan suatu perusahaan. Menurut Munawair,

 

Laporan keuangan adalah alat yang sangat penting untuk memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan bersangkutan, dengan begitu diharapkan akan membantu para pengguna (user)untuk membuat keputusan ekonomi yang bersifat finansial.

 

 

Laporan Keuangan dan Pengaruhnya bagi Perusahaan

 

 

Laporan keuangan yang dipublikasikan dianggap memiliki arti penting dalam menilai suatu perusahaan, karena informasi itu dapat dianalisa apakah perusahaan itu baik atau tidak bagi yang berkepentingan.

 

Pada setiap perusahaan di bagian keuangan memegang peranan penting dalam menentukan arah perencanaan perusahaan,oleh karena itu bagian keuangan harus berfungsi secara baik, sehingga pihak-pihak yang membutuhkan akan dapat memperoleh laporan keuangan tersebut dan membantunya dalam proses pengambilan keputusan sesuai yang diharapkan.

 

Dalam analisis informasi keuangan, setiap aktivitas bisnis harus di analisis secara mendalam baik oleh manajemen maupun oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan yang bersangkutan.

Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa manajemen menyajikan laporan keuangan dan pihak luar perusahaan memanfaatkan informasi tersebut untukmembantu membuat keputusan.
Seorang investor yang inginmembeli atau menjual saham dapatterbantu dengan memahami dan menganalisis laporan keuangan hingga selanjutnya dapatmenilai perusahaan mana yang mempunyai prospek yang menguntungkan di masa depan.

 

 

Laporan keuangan pada umumnya terdiri dari : Neraca, laporan Laba rugi,Laporan perubahan modal, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.

 

 

 

 

Kegunaan Laporan Keuangan

 

 

Berdasarkan konsep keuangan maka sangat diperlukan untuk mengukurhasil usaha dan perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu dan untuk mengetahui sudah sejauh mana perusahaan mencapai tujuannya.

 

 

Pada dasarnya merupakan hasil proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan dengan pihak-pihak yang berkepentingan, sehingga memegang peranan yang luas dan mempunyai suatu posisi yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.

 

Laporan keuangan sangat dibutuhkan oleh pihak-pihak yang menginvestasikan modalnya sehingga membutuhkan informasi tentang sejauh mana kelancaran aktivitas dan profitabilitasperusahaan, potensi deviden,karena dengan informasi pemegang saham dapat memutuskan untuk mempertahankan sahamnya, menjual atau bahkanmembelinya.

 

Dapat dipahami bahwa dengan adanya laporan keuangan yang disediakan oleh pihak manajemen perusahaan maka sangat membantu pihak pemegang saham dalam proses pengambilan keputusan, seperti keinginan perusahaan untuk melakukan right issue.

 

Right issue artinya penjualansaham yang diprioritaskan kepadapemilik saham lama untuk membelinya, sehingga data yang diperoleh dan disajikan, maka investor atau pemilik saham perusahaan akan bisa menganalisis bagaimana kondisi perusahaan serta prospek perusahaan nantinya khususnya dari segi kemampuan profitabilitas dan deviden yang akan dihasilkan.

 

Dari pendapat di atas dapat dipahami bahwa laporan keuangan sangat berguna untuk melihat kondisi suatu perusahaan, baik kondisi pada saat ini maupun dijadikan sebagai alatuntuk memprediksi untuk kondisi dimasa yang akan datang (forecast analyzing).

 

 

Tujuan Laporan KeuanganTujuan

 

 

Tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi kepada pihak yang membutuhkan tentang kondisi suatu perusahaan dari sudut angka-angka dalam satuan moneter.

 

 

Tujuan laporan keuangan secara garis besar adalah:

 

 

1. Screening(sarana informasi)

 

 

analisa hanya dilakukan berdasarkan laporan keuangannya, dengan demikian seorang analis tidak perlu turun langsung ke lapangan untuk mengetahui situasi serta kondisi perusahaan yang dianalisa.

 

 

2. Understanding (pemahaman)

 

analisa dilakukan dengan cara memahami perusahaan,kondisi keuangannya dan bidang usahanya serta hasil dari usahanya.

 

 

3. Forecasting(peramalan)

 

analisa dapat digunakan juga untuk meramalkan kondisiperusahaan pada masa yang akan datang.

 

 

4. Diagnosis(diagnose)

 

analisa memungkinkan untuk dapat melihat kemungkinan terdapatnya masalah baik di dalammanajemen ataupun masalah yang lain dalam perusahaan.

 

 

5. Evaluation (evaluasi)

 

analisa digunakan untuk menilai serta mengevaluasi kinerja perusahaan termasuk manajemen dalam meningkatkan tujuan perusahaan secara efisien.

 

 

Dalam kontek hubungan laporan keuangan dan pengambilan keputusan, harus disadari oleh pihak manajer keuangan khususnya akuntan pembuat laporan keuangan bahwa ada  4 (empat) karakteristik utama laporan keuangan yang harus dipenuhi antaralain:

 

 

1.Informasi itu harus bermanfaat dan dipahami.

 

 

2.Informasi harus relevan dengan pengambilan keputusan.

 

 

3.Informasi yang disajikan harus handal dan dapat dipercaya.

 

 

4.Informasinya harus memiliki sifat daya banding.

 

 

 

 

 

 

Kualitas dan Keterbatasan Laporan Keuangan

 

Seluruh informasi yang diperoleh dan bersumber dari laporan keuangan pada kenyataannya selalu saja terdapat kelemahan, dan kelemahan tersebut dianggap sebagai bentuk keterbatasan informasi yang tersaji dalam laporan keuangan tersebut.

 

 

Oleh karena itu , bagi pihak pengguna harus memahami dan menyadari dengan benar setiap keterbatasan tersebut sebagai sebuah realita yang tidak bisa dipungkiri, walaupun dalam kenyataanya setiap akuntan selalu berusaha memberikan informasi yang maksimal, termasuk menempatkan catatan kaki (footnotes)sebagai pendukung informasi.

 

 

Karena akuntansi berfungsi sebagai penyedia data untuk menyusun laporan keuangan, data tersebut harus bersifat obyektif dan informatifagar fungsi-fungsi tersebut dapat dipenuhi maka diperlukan konsep-konsep akuntansi dalam pencatatan guna penyusunan laporan keuangan tersebut, yaitu :

 

 

1. Konsep kesatuan usaha (business entity)

 

 

Konsep yang menyatakan bahwa pencatatan kegiatan perusahaan harus dipisahkan dari kegiatan pemiliknya.

 

 

2. Konsep kelangsungan hidup (going concern)

Perusahaan didirikan tidak untuk sementara waktu tetapidiharapkan akan berjalan terus sepanjang waktu.

 

 

3. Konsep harga pokok (cost)

Sehubungan konsep kelangsungan hidup, maka data akuntansi akan dicatat menurut harga perolehannya (at cost)pada waktu terjadinya.

 

 

4. Konsep satuan pengukuran (unit of measurement)

Kegiatan mencatat, menggolongkan, meringkas, dan menyajikan transaksi-transaksi perusahaan dan hasil-hasilnya, dalam akuntansi digunakan satuan pengukuran uang.

 

5. Konsep stabilitas nilai uang (stable monetary unit)

 

 

Fluktuasi nilai uang dianggap tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah-jumlah yang ditunjukkandalam laporan kondisi keuangan perusahaan.

 

 

6. Konsep periode waktu (time period)

 

 

Karena aktivitas perusahaan berjalan sepanjang waktu maka proses penyajian kondisi keuangan dan hasil operasi perusahaan perlu dipecah dalam periode-periode tertentu.

 

 

7. Konsep obyektivitas (objective evidence)

 

 

Untuk keperluan pencatatan akuntansi dibutuhkan dukungan bukti-bukti transaksi yang bersifat obyektif dan dapat diuji kebenarannya.

 

 

8. Konsep keterbukaan (disclosure)

 

 

Semua fakta-fakta perlu diungkap secara terbuka supaya laporan kondisi keuangan dan hasil usahaperusahaan sedapat mungkin bersifat informative dan memberi arti (tidak menyesatkan).

9. Konsep konsistensi (consistency)

 

 

Di dalamakuntansi terdapat beberapa metode yang dapat dipergunakan, misalnya dalam menilai persediaan, menaksir kerugian piutang tak tertagih, penyusutan aktiva tetap, Sekali suatu metode telah terpilih maka secara konsisten harus dipertahankan dari periode ke periode selanjutnya.

 

 

Dengan demikian dapat diperbandingkan diantara interval waktu tertentu. Hal ini tidak berarti bahwa akuntan mengabaikan sama sekali kemungkinan adanya perubahan metode akuntansi yang digunakan.

 

 

Apabila terjadi perubahan metode akuntansi tersebutke metode lain, catatan kaki harus dibuat, dimana ditunjukkanpengaruhnya akibat adanya perubahan metode tersebut.

10. Konsep konservatisme (conservatism)

 

 

Umumnya diartikan sebagai pencatatan aktiva milik perusahaan dengan harga yang lebih rendah dari pada harga perolehannya (cost)atau mencatat hutang lebih tinggi (over-stated).
Selain prinsip ini mengakui kemungkinan rugi yang akan terjadi tidak mengantisipasikan laba yang belum direalisir (tidak diakui sebagai beban periode itu).

 

 

11. Konsep realisasi (realization)

 

Penghasilan (revenue)direalisir apabila penjualan telahdilakukan atau apabila suatu jasa telah dilakukan.

 

 

12. Konsep perbandingan hasil-biaya (matching principle revenue and cost)

 

 

Pendapatan bersih diperoleh dengan membandingkan antara penghasilan (revenue)dan pengeluaran (cost)dalam periode waktu tertentu. Dalam akuntansi perbandingan ini tidak selaludapat dilakukan dengan tepat karena penggunaan “ accrual basis”dalam perhitunganlabarugi.
Pendapatan bersih tidak selalu identikdengan uang tunai (cash basis). Dengan adanya konsep ini pengeluaran dapat dibedakan menjadi pengeluaran modal (capital expenditure) dan pengeluaran pengahsilan (revenue expenditure), demikian juga penerimaan (capital receipt and revenue receipt).

 

 

Laporan keuangan yang merupakan informasi bagi yang membutuhkan juga terdapat kelemahan dan keterbatasan, menurut prinsip-prinsip akuntansi Indonesia (PAI) adalah sebagai berikut :

 

 

1. Bersifat historis yaitu merupakan laporan atas kejadian yang telah lewat, karenanya tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya sumber informasi dalam proses pengabilan keputusan.

 

 

2. Bersifat umum dan bukan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pihak tertentu.

 

 

3. Proses penyusunan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan.

 

 

4. Akuntansi hanya melaporkan informasi yang material, demikian pula penerapan prinsip akuntansi terhadap suatu fakta atau pos tertentu mungkin tidak dilaksanakan jika hal itu tidak menimbulkan pengaruh yang material terhadap kelayakan suatu laporan.

 

 

5. Bersifat konservatif dalam menghadapi ketidakpastian, bila beberapa kemungkinan kesimpulan yang tidak pasti mengenai penilaian suatu pos, lazimnya dipilih alternatif yang menghasilkan laba bersih atau nilai aktiva yang paling kecil.

 

6. Lebih menekankan pada makna ekonomis suatu peristiwa/transaksi daripada bentuk hukumnya (formalitas).

 

 

7. Disusun dengan menggunakan istilah-istilah teknis dan pemakai laporan diasumsikan memahami bahasa teknis akuntansi dan sifat dari informasi yang dilaporkan.

 

 

8. Adanya berbagai alternatifmetode akuntansi yang dapat digunakan menimbulkan variasi dalam pengukuran sumber-sumber ekonomis dan tingkat kesuksesan antara perusahaan.

 

 

9. Informasi yang bersifatkualitatif dan fakta yang tidak dapat dikuantitatifkan umumnya diabaikan.

 

 

Pihak yang membutuhkan Laporan Keuangan

 

Ada beberapa pihak yang selama ini dianggap memiliki kepentingan terhadap laporan keuangan suatu perusahaan adalah sebagai berikut:

1. Kreditur

 

Adalah pihak yang memberikan pinjaman baik dalam bentuk uang, barang maupun dalam bentuk jasa.

2. Investor

 

Adalah pihak yang membeli saham, atau komisaris perusahaan yang membutuhkan laporan keuangan guna mengetahui kondisi perusahaan sehingga memastikan uang yang diinvestasikan merasa aman dan menguntungkan.

 

 

3. Akuntan Publik

 

Adalah pihak yang melakukan audit perusahaan, untuk selanjutnya hasil audit akan memberikan penilaian dalam bentuk rekomendasi.

4. Karyawan

 

Adalah pihak yang secara penuh bekerja di perusahaan yang menggantungkan kehidupan, oleh karena itu perlu laporan keuangan guna mengetahui kondisi perusahaan di masayang akan datang.

 

 

5. Bapepam

 

Pihak yang megawasi perusahaan yang go public serta melakukan evaluasi laporan keuangan perusahaan tersebut,apakah layak atau tidak perusahaan itugo pulic.

6. Konsumen

 

 

Pihak yang menikmati produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, sehingga konsumen yang menjadi loyal terhadap produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan adalah memiliki ketergantungan yang tinggi pada perusahaan tersebut.

7. Pemasok

 

 

Pihak yang menerima order untuk memasok kebutuhan perusahaan, sehingga perlu untuk melihat kemampuan melakukan pembayaran secara rutin terhadap barang dan jasa yang di suplai.

8. Pemerintah

 

 

Pihak yang membutuhkan laporan keuangan untuk melihat perkembangan perusahaan dan penerimaan pajak.

 

 

Jadi Bagaimana Dengan Kamu ?

Sudahkah kamu memiliki ketertarikan dengan pembuatan laporan keuangan mu ? Atau jika kamu merasa butuh bantuan kamu bisa menghubungi kami dengan langsung meng klik konsultasi sekarang pada menu diatas.

 

Terimakasih ..

 

Baca lebih lanjut tentang Disini

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tertarik dengan Layanan Szeto Consultants

Hubungi kami untuk info lebih lanjut